Langsung ke konten utama

Allah Berbeda Dengan Makhluknya serta dalilnya


Berbeda dengan MakhlukNya Dalam Ilmu Tauhid disebut Mukhalafatu Lil Hawadits Sifat Allah ini artinya adalah Allah berbeda dengan ciptaanNya. Itulah keistimewaan dan Keagungan Allah SWT. Allah itu berbeda dengan makhluk ciptaanNya sangat mustahil. Jika Allah itu sama dengan ciptaanNya jika Allah itu sama maka manusia tidak perlu menyembah dengan sholat 5 kali sehari semalam.

Dasar Pemahaman Secara Logis ( Dalil Aqli )
Allah pasti berbeda dengan makhlukNya. Dia memiliki nama nama yang indah dan gelar “Maha” Maha Kuasa, Maha sempurna dsb. Sedang MakhlukNya memiliki sangat banyak keleMahan dan keterbatasan yang tidak mungkin dimiliki oleh Allah. Sungguh tidak pantas Makhluk yang banyak keleMahannya di sejajarkan dengan Allah. Apalagi disamakan tentulah itu sangat tidak mungkin.
Jika Tuhan pencipta alam semesta ini sama dengan MakhlukNya pasti dia bukan Allah. Tapi dia adalah makhlukNya yang memiliki sifat  Rusak, hancur binasa, dsb. Padahal Allah yang sebenar – benarnya dan patut kita sembah adalah yang wujud tidak diketahui oleh sesuatu, berbeda dengan makhlukNya lagi kekal selama – lamanya tegaslah Allah itu wajib bersifat berbeda dengan MakhlukNya

Adapun Pemahaman Menurut Wahyu ( Dalil Naqli)
Adapun ayat yang menyatakan bahwa Allah Berbeda dengan MakhlukNya adalah firman Allah Dalam Q.S  Asy-Syuura : 11
 tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dia yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Q.S  Asy-Syuraa (42) : 11)
Dan Allah juga berfirman dalam surat Al Ikhlas : 4
 dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia” ( Q.S Al Ikhlas (112) : 4)
Dalam kehidupan sehari hari sebagai bukti jika kita yakin bahwa Allah itu tidak sama atau berbeda dengan MakhlukNya adalah apabila kita mendengar atau membaca perintah atau larangan yang datangnya dari Allah dan Rasul-Nya atau orang Mukmin, maka kita akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk melaksanakannya.

Postingan populer dari blog ini

[DOWNLOAD] KLIPING KEANEKARAGAMAN 34 PROVINSI DI INDONESIA

KERAGAMAN BUDAYA 34 PROVINSI DI INDONESIA Download Kliping keanekaragaman budaya di Indonesia  LINK 1  (word) atau  LINK 2  (pdf) 1.Provinsi Nanggro Aceh Darussalam (NAD) Ibukota nya adalah Banda Aceh Makanan Khas Daerah : Timpan, Masak udang cumi, Gulai Aceh,Daging masak pedas, Korma kambing, Sie Reubeouh cuka, Gulai kepala ikan, Meuseukat, Kanji Rumbi,dll. Tarian Tradisional : Tari Seudati, Tari Saman, Tari Ranup Lam Puan, Tari Meuseukat, Tari Kipah Sikarang Aceh, Tari Aceh Gempar, Tari Mulia Ratep Aceh, Tari Rapai Geleng Aceh, Tari Turun Kuaih Aunen Aceh, Tari Bungong Seulanga Aceh, Tari Seudati Ratoh Aceh, Tari Nayak Padi Aceh, Tari Saman Jaton Aceh, Tari Kipah Sitangke Aceh, Tari Dodaidi Aceh, Tari Likok Puloe Aceh, Tari Didong Gayo Aceh, Tari Tarek Pukat Aceh, Tari Aceh Ek U Gle, Tari Aceh Dara Meukipah Tari Aceh Top Pade.  Rumah Adat : Rumoh Aceh, Rumah Krong Pade atau Berandang Senjata Tradisio...

Pengertian Isra’ mi’raj

Kata Isra’ berasal dari bahasa arab, artinya berjalan malam. Menurut istilah , Isra’ adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW pada suatu malam dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa atau disebut Baitul Maqdis di Palestina. Mi’raj dari bahasa arab berarti naik ke atas. Menurut istilah Mi’raj berarti naiknya Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa menuju ke Al Arsy menghadap Allah SWT. Allah berfirman dalam QS Al-Isra' : 1 yang berbunyi:   سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ Artinya: “ Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil haram ke Al Masjidil aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat . [QS Al-Isra' : 1] Mahasuci Allah, ya...