Langsung ke konten utama

Ecoutez - Terima kasih

Jalani hari, demi detik yang kian berganti
Bilakah, ku sadari semua ini tak akan kembali
Akankah merangkai arti
Ucap kata, dan langkah kaki

Ku coba membuka hati, ukir senyuman hari
Demi, bulatkan ruang berbagi
Karena semua tidak ada yang sia-sia
Kehadiran kita ada makna, lugu dan kan di temui

Terima kasih atas nikmat yang telah engkau beri
Mengisi hariku, dan ku sadari
Cinta yang nikmat dalam setiap ujian mu
Buat hidup ku pasti

Saat kemarau menyapa
Takkan ku ragukan tuk melangkah
Terus dalam kidung mu
Diriku yang lemah, tak sadar mengeluh
Mengapa semua terasa berat
Bicara berhenti, ku memilih..

Terima kasih atas nikmat yang telah engkau beri
Mengisi hariku, dan ku sadari
Cinta yang nikmat dalam setiap ujian mu
Buat hidup ku pasti

Tambatkan harap dan doa
Agar hati s’lalu setia berdiri
Melalui godaan dan ujian
Kadang terasa asing
Dengan segala yang terjadi
Namun ku tepis semua dengan bersyukur..
Kepada Mu..

Mengisi hari-hariku Oh..
Nikmat yang ku sadari
Membuat hidupku, pasti..

Terima kasih atas nikmat yang telah Engkau beri
Mengisi hariku, dan ku sadari
Untaian nikmat dalam setiap ujianMu
Membuat hidup ku pasti
Terima kasih atas nikmat yang telah engkau beri
Mengisi hariku, dan ku sadari
Untaian nikmat dalam setiap ujianMu
Membuat hidup ku pasti
[LovedMusik.Blogspot.Com]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[DOWNLOAD] KLIPING KEANEKARAGAMAN 34 PROVINSI DI INDONESIA

KERAGAMAN BUDAYA 34 PROVINSI DI INDONESIA Download Kliping keanekaragaman budaya di Indonesia  LINK 1  (word) atau  LINK 2  (pdf) 1.Provinsi Nanggro Aceh Darussalam (NAD) Ibukota nya adalah Banda Aceh Makanan Khas Daerah : Timpan, Masak udang cumi, Gulai Aceh,Daging masak pedas, Korma kambing, Sie Reubeouh cuka, Gulai kepala ikan, Meuseukat, Kanji Rumbi,dll. Tarian Tradisional : Tari Seudati, Tari Saman, Tari Ranup Lam Puan, Tari Meuseukat, Tari Kipah Sikarang Aceh, Tari Aceh Gempar, Tari Mulia Ratep Aceh, Tari Rapai Geleng Aceh, Tari Turun Kuaih Aunen Aceh, Tari Bungong Seulanga Aceh, Tari Seudati Ratoh Aceh, Tari Nayak Padi Aceh, Tari Saman Jaton Aceh, Tari Kipah Sitangke Aceh, Tari Dodaidi Aceh, Tari Likok Puloe Aceh, Tari Didong Gayo Aceh, Tari Tarek Pukat Aceh, Tari Aceh Ek U Gle, Tari Aceh Dara Meukipah Tari Aceh Top Pade.  Rumah Adat : Rumoh Aceh, Rumah Krong Pade atau Berandang Senjata Tradisio...

Allah Berbeda Dengan Makhluknya serta dalilnya

Berbeda dengan MakhlukNya Dalam Ilmu Tauhid disebut Mukhalafatu Lil Hawadits Sifat Allah ini artinya adalah Allah berbeda dengan ciptaanNya. Itulah keistimewaan dan Keagungan Allah SWT. Allah itu berbeda dengan makhluk ciptaanNya sangat mustahil. Jika Allah itu sama dengan ciptaanNya jika Allah itu sama maka manusia tidak perlu menyembah dengan sholat 5 kali sehari semalam. Dasar Pemahaman Secara Logis ( Dalil Aqli ) Allah pasti berbeda dengan makhlukNya. Dia memiliki nama nama yang indah dan gelar “Maha” Maha Kuasa, Maha sempurna dsb. Sedang MakhlukNya memiliki sangat banyak keleMahan dan keterbatasan yang tidak mungkin dimiliki oleh Allah. Sungguh tidak pantas Makhluk yang banyak keleMahannya di sejajarkan dengan Allah. Apalagi disamakan tentulah itu sangat tidak mungkin. Jika Tuhan pencipta alam semesta ini sama dengan MakhlukNya pasti dia bukan Allah. Tapi dia adalah makhlukNya yang memiliki sifat   Rusak, hancur binasa, dsb. Padahal Allah yang sebenar – benarnya ...

Perbaiki dulu Hati dan Kelakuannya Baru berhijab

"buat apa berhijab kalau belum siap,lebih baik perbaiki hati dulu sebelum berhijab" itu status dari teman facebook saya, mungkin kita sudah banyak sekali mendengar hal tersebut. terus benar tidak sih pernyataan tersebut? Antara hati dan perbuatan sebenarnya sama-sama penting, sehingga tidak perlu dipilih mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu . Kewajiban memakai hijab tidak pernah mensyaratkan seseorang harus bersih dulu hatinya , Kewajiban itu langsung ada begitu seorang wanita muslimah masuk usia akil baligh. Dan satu-satunya tanda bahwa dia sudah wajib memakai hijab adalah tepat ketika dia mendapat haidh pertama kalinya. Saat itulah dia dianggap oleh Allah SWT sudah waktunya untuk memakai hijab. Tidak perlu menunggu ini dan itu, karena kewajiban itu sudah langsung dimulai saat itu juga.   Sebagaimana sabda Rasulullah SAW kepada anak wanita Abu Bakar ra, Asma’ binti Abu Bakar ra.Rasulullah SAW bersabda,”WahaiAsma’, seorang wanita bila telah haidh...