Langsung ke konten utama

Postingan

Allah Maha Pemelihara beserta dalilnya

Dalam Asmaul Husna Allah disebut Al Hafidzh artinya yang memelihara makhsudnya hanya Allah lah yang dapat memelihara alam semesta ini sehingga tetap teratur seperti yang terlihat dalam kehidupan sehari – hari kita.    (rumahhaji) Dasar Pemahaman Secara Logis ( Dalil Aqli ) Marilah kita merenung sejenak sambil memperhatikan peristiwa yang terjadi di sekitar kita. Misalnya : bergantinya siang dan malam, terbit dan terbenamnya matahari, pergantian musim hujan dan kemarau, diciptakannya makhluk yang berpasang – pasangan. Mengapa hal itu terjadi secara teratur? sehingga tiada satupun ciptaan-Nya yang membangkang. Mungkinkah manusia yang memeliharanya? Jawabanya adalah tidak mungkin. Allah lah yang menjadikanya , Allah jua yang mengendalikan sekaligus Dialah yang memelihara alam semesta ini sehingga tetap teratur. Pekerjaan yang Maha Besar seperti itu tidak mungkin dilakukan oleh seorang manusia. Banyak contoh persoalan yang diserahkan manusia justru berakhir...

Allah Maha Hidup beserta dalilnya

Sifat Allah Hayaat atau Hidup. Namun hidupnya Allah tidak seperti manusia, karena Allah yang menghidupkan manusia. Manusia bisa mati, Allah tidak mati, Ia akan hidup terus selama-lamanya. Dasar Pemahaman Secara Logis ( Dalil Aqli ) Seperti lazimnya setiap beda mati tidak memiliki kehendak apa – apa seperti mengatur, mencipta dan memelihara dsb. Sedangkan Allah lebih dari segala yang hidup sehingga sebagai yang “Maha” Maha pencipta, Maha Pemelihara dan Allah Maha segala-galanya Jadi tidak mungkin Dzat yang maha mengatur dan mencipta alam semesta adalah benda mati, pastilah Dia Dzat yang Maha Hidup dan secara terus menerus mengurus makhluknya Dasar Pemahaman Menurut Wahyu ( Dalil Naqli ) Adapun menurut Al Qur’an yang membenarkan bahwa Allah itu hidup dan merupakan sumber dari segala kehidupan: Firman Allah dalam surat albaqarah : 255 “ Allah tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengant...

Perbaiki dulu Hati dan Kelakuannya Baru berhijab

"buat apa berhijab kalau belum siap,lebih baik perbaiki hati dulu sebelum berhijab" itu status dari teman facebook saya, mungkin kita sudah banyak sekali mendengar hal tersebut. terus benar tidak sih pernyataan tersebut? Antara hati dan perbuatan sebenarnya sama-sama penting, sehingga tidak perlu dipilih mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu . Kewajiban memakai hijab tidak pernah mensyaratkan seseorang harus bersih dulu hatinya , Kewajiban itu langsung ada begitu seorang wanita muslimah masuk usia akil baligh. Dan satu-satunya tanda bahwa dia sudah wajib memakai hijab adalah tepat ketika dia mendapat haidh pertama kalinya. Saat itulah dia dianggap oleh Allah SWT sudah waktunya untuk memakai hijab. Tidak perlu menunggu ini dan itu, karena kewajiban itu sudah langsung dimulai saat itu juga.   Sebagaimana sabda Rasulullah SAW kepada anak wanita Abu Bakar ra, Asma’ binti Abu Bakar ra.Rasulullah SAW bersabda,”WahaiAsma’, seorang wanita bila telah haidh...

Allah Maha Dahulu beserta Dalilnya

Dalam ilmu tauhid Maha Dahulu disebut Qidam . Sifat Allah ini menandakan bahwa Allah swt sebagai Pencipta lebih dulu ada daripada semesta alam dan isinya yang Ia ciptakan. Dimakhsud adalah ada-Nya Allah itu tidak didahului oleh siapapun dan apapun juga. Jadi semenjak dahulu kala sebelum diciptakan dunia dan isinya ada, karena dialah yang menciptakannya ini berarti juga bahwa Allah itu tidak berpemulaan dan juga berkesudahan. Dasar Pemahaman Secara Logis ( Dalil Aqli ) Adanya Allah berbeda dengan makhluk – makhluk seperti manusia. Manusia hidup di dunia ini mempunyai permulaan, dari tidak ada kemudian ada yaitu ketika dilahirkan dan kemudian meninggal dunia. Begitu juga dengan makhluk – makhluk yang lain seperti hewan dan tumbuhan, mereka ada setelah diciptakan Allah SWT. Alam semesta dan isinya ini ada setelah Allah menciptakan dari tiada menjadi ada. Allah sebagai pencipta atau yang disebut “khaliq” telah menciptakan ala mini dengan sempurna, hal ini telah memberi petunjuk ba...

Allah Maha Berdiri Sendiri dan Dalilnya

Sifat Allah selanjutnya yaitu Qiyamuhu binafsihi, yang artinya Allah berdiri sendiri. Allah menciptakan alam semesta, membuat takdir, menghadirkan surga dan neraka, dan lain sebagainya, tanpa bantuan makhluk apapun. Berbeda dengan manusia yang sangat lemah, pastinya membutuhkan satu sama lain. Jadi Allah berdiri karena ia memiliki sifatyang utama yaitu   Esa : 1.       Esa dalam Dzat-Nya : Allah itu   ada dengan sendirinya dan tidak ada yang menggandakan 2.       Esa dalam SifatNya: Allah dalam melakukan sifat – sifatNya seperti mencipta , memelihara dsb dilakukan sendiri, Dia tidak minta bantuan kepada siapapun Allah berkata maka jadilah apa yang dikehendakinya 3.       Esa dalam perbuatan-Nya : Allah dalam melakukan apa saja atas dasar kehendak sendiri tidak ada satupun yang memerintah diri-Nya  Dasar Pemahaman Secara Logis ( Dalil Aqli ) Allah adalah pencipta alam semesta, pelin...